021 – 570 2270 info@sahidtour.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login
021 – 570 2270 info@sahidtour.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login

Ini Arahan WHO Untuk Traveler yang Baru Pulang Umroh

World Health Organization (WHO) mengeluarkan travel advice bagi traveler yang baru pulang Umroh, terkait menyebarnya virus MERS di Arab Saudi. Para jamaah patut waspada, karena virus ini dianggap mematikan.

Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) CoV disinyalir sudah merebak di Timur Tengah pada 2012. Satu tahun setelahnya, World Health Organization (WHO) mengeluarkan travel advice terkait menyebarnya virus MERS.

Selain sebelum dan selama perjalanan, WHO juga memberi arahan saat traveler pulang Umroh atau Haji. Mengutip situs resmi WHO, Rabu (7/5/2014), pertama adalah WHO meminta kesadaran traveler akan gejala terkena virus MERS.

Kalau Anda merasa sesak nafas disertai batuk dan demam, ada baiknya waspada. Terlebih lagi kalau gejala tersebut tak kunjung sembuh setelah 2 minggu kepulangan. Anda harus cepat periksa ke rumah sakit terdekat.

Jamaah Umroh atau Haji yang berinteraksi dengan traveler yang mengalami gejala tersebut juga harus waspada. Ada baiknya Anda ikut periksa ke dokter, karena ada risiko tertular.

Terakhir, pastikan Anda menyambangi rumah sakit yang siap akan penanganan virus MERS. Meski sampai saat ini belum ada vaksinnya, rumah sakit yang Anda datangi harus siap dan mengupayakan pencegahan virus tersebut.

Virus ini mirip dengan SARS, bahkan dianggap lebih berbahaya. Meski sampai saat ini serangan terhadap traveler bisa dibilang langka, ada baiknya Anda waspada.

Leave a Reply